Pages

pregnancy calendar
Subscribe:

Labels

Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Thursday, August 2, 2012

Songs for you



Teruntuk Cimut sayang...

Tuesday, July 31, 2012

Konseling ASI

RSIA saya ini sangat pro ASI, sangat mendorong Sang Ibu agar mau memberikan ASI eksklusif. Nah, salahsatu agenda mereka agar bisa ASIX (baca: ASI eksklusif) adalah mengikuti Konseling ASI. Dokter saya sejak UK 30 minggu selalu menagih, sudah atau belum ikut konseling dan saya serta suami baru mengikutinya saat UK 35 minggu :D 

Konselor ASInya adalah bidan senior di RS tersebut, kami diajarkan secara bertahap mulai dari tentang kehamilan (persiapan mental dan gizi), menjelang dan saat persalinan serta setelah kelahiran- mulai dari apa dan bagaimana itu IMD (Inisiasi Menyusui Dini), cara menyusui yang benar, membersihkan payudara, asupan makanan, menyimpan ASI perahan, membangun tekad agar tidak tergoda sufor, keyakinan diri bahwa Ibu dapat memberikan ASI, dll. Ya, ternyata keberhasilan menyusui dengan ASI berawal dan selalu datang dari tekad dan keyakinan orangtua sang bayi :). Salahsatu fakta tentang menyusui dan bayi adalah bahwa bayi yang baru lahir (new born) dapat bertahan tanpa minum selama 72 jam karena mereka masih membawa sisa-sisa nutrisi dari rahim. New born ini juga tidak memerlukan air susu yang banyak karena lambungnya masih sebesar kelereng. Jadi, para Ibu yang ASInya langsung keluar atau keluar tetapi sedikit jangan khawatir! susui saja sesering mungkin walau belum keluar karena nanti tubuh kita otomatis akan menyesuaikan. Jangan terburu-buru memberikan Susu Formula karena seperti kata Bidan kami, semua sudah disiapkan Tuhan :)

Agak menyesal juga sih, agak terlambat mengikuti konseling ini karena kontennya bagus tidak hanya tentang menyusui tetapi berbagai hal seputar kehamilan dan pasca melahirkan. Konseling kami berjalan sekitar 1 jam 15 menit, seharusnya sih 1.5 - 2 jam tetapi karena saya harus mengikuti senam hamil jadi ya agak cepat-cepat. Selama mengikuti konseling, suami saya terlihat antusias, dia mencatat informasi yang penting dari konselor. Setelah selesai pun, suami saya bergegas mencari peralatan pendukung ASI seperti botol penyimpanan ASI, breastpump dan lain-lain. Senang sih karena merasa suami mendukung agar saya lancar memberikan ASIX. Semoga semua lancar dan saya serta suami bisa mengatasi "gangguan" dalam memberikan ASIX. Suamiku, Ayah ASI! yay semoga hihihi

Hari ini adalah hari terakhir bulan Juli dan esok memasuki awal Agustus. HPL saya adalah pertengahan Agustus, bersiap-siap untuk proses melahirkan dan pasca kelahiran :)

Sunday, July 8, 2012

Perjalanan Junior Bag.5

Sudah lama rupanya saya tidak membuat Perjalanan si Junior :) . Terakhir kali bulan April ya

Minggu ini usia Junior sudah 34 minggu sekian hari, terakhir kami kontrol kandungan hari Jum'at lalu, 8 Juli 2012. Sebenarnya banyak sekali kisah menuju ke 34 minggu ini. Di usia sekitar 28 minggu, kami melakukan USG 4 D -suami melihat Junior sedang menguap ,subhanallah lucunya ya dan kami melihat dia menghisap jari kemudian mengucek mata- nah saat USG itu kehamilanku divonis oleh dokter bahwa air ketuban dan berat janin kurang mencukupi. Kemungkinan plasenta kurang bagus. Wah, saat itu stres juga, kasian Junior :,( dan berbagai cara kami lakukan untuk menambah air ketuban serta beratnya. Anjuran dokter, setiap hari minum air kelapa, jus aneka buah, kacang hijau, susu protein tinggi masing-masing 2 gelas. Sekitar 3 minggu berat junior hanya bertambah 100gram. Kami masih melanjutkan usaha disertai dengan do'a, sugesti diri bahwa semuanya baik-baik saja. Junior sehat, sempurna dan montok :D


Saya akan bahas sedikit mengenai yang saya konsumsi. Kacang hijau, telur ayam kampung rebus mengandung protein yang tinggi. Saya juga dianjurkan minum susu untuk manula karena berprotein tinggi. Sedangkan untuk jus buah, air kelapa muda mengandung banyak mineral, elektrolit alami. Semuanya itu sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan sel-sel baru manusia dalam hal ini, janin. 
Yang jelas, tidak boleh minum minuman kemasan walaupun itu katanya jus asli karena dapat mengganggu volume air ketuban, plasenta dan aliran darah. 

Pada usia 32 minggu, berat junior sekitar 1.7kg, agak kecewa sih karena saya pikir sudah mencapai 2kg tetapi dokter bilang normal. Kami terus melanjutkan usaha yang dokter anjurkan dan saat itu saya mulai mudah lelah, kaki dan telapak sering pegal, muntah-muntah (lagi) wah nggak karuan deh rasanya. Tepat 2 minggu kemudian, 34 minggu, kami kontrol lagi dengan harap-harap cemas berapa berat Junior ya. Alhamdulillah beratnya naik drastis, menjadi 2,4kg! Subhanallah :) saya takjub. Entah apa yang membuat dia drastis kenaikannya tetapi kami sangat bersyukur. Segala tantangan terobati dengan berat badan junior yang bagus. 

6 Minggu lagi insyaAllah, kita bertemu ya Nak. InsyaAllah, semoga Allah SWT meridhoi perjalanan kita selama ini...

Sejak usia 30 minggu saya juga mulai mengikuti kelas senam hamil, usia yang tepat jika pernah memiliki riwayat keguguran sebelumnya. Salah satu ikhtiar agar bisa belajar melahirkan secara normal.Saya Senang sih mengikuti senam hamil, bisa sharing, punya kenalan baru, dapat ilmu baru dan dapat bonus jus di setiap akhir sesi hehehe. Sabtu depan saya dan suami juga mendaftarkan diri di kelas Laktasi, dokter sudah berkali-kali mengingatkan kapan ikut kelas laktasi karena hal ini membantu untuk ASI ekslusif. 


Tuesday, July 3, 2012

Susu Ibu Hamil. Perlu kah?

image source berryblog.net
Coba kita membuat daftar merk susu bumil (ibu hamil) yang kita tahu, baik dari kerabat, rekan sejawat atau pun media, pasti banyak bukan? Dengan beragam "kelebihan" zat super bagi si ibu dan si bayi. IMHO, saat kita melihat iklan-iklan tsb ada pesan tersirat "jika mau bayinya cerdas, sehat, normal maka minum lah susu ini!wajib" .Kalau tidak minum susu bumil, takut kekurangan gizi atau tidak sehat. Nah, apa iya begitu faktanya?

Saya dulu termasuk orang yang percaya akan "keajaiban" susu bumil bahkan susu bagi orang yang ingin hamil. Ketika hamil pertama, Alhamdulillah bertemu Dokter Kandungan yang punya prinsip back to nature , Beliau menjelaskan apa itu susu bubuk. Saya ditanya, minum susu apa kemudian saya jawab susu merk X (khusus bumil). Kemudian,beliau menyarankan agar saya minum susu cair saja,UHT atau Pasteurisasi,  pokoknya steril.Susu bubuk itu sudah hilang zat mineral dan vitamin alaminya akibat proses pembuatan, jadi isinya hanya gula dan bahan-bahan kimia tambahan. Bagaimana dengan asam folat, kalsium, zat besi, DHA dll? Jangan khawatir, susu cair juga punya itu semua dan itu semua bisa kita dapatkan di sayur-mayur, lauk dan buah lho! bagi yang ingin hamil,nggak usah repot-repot minum susu khusus apalagi kalau tidak suka susu. Makan saja ikan tuna, telur, alpukat, kacang hijau, dll yang mengandung protein dan asam folat tinggi. 

Jadi, asalkan kita mau rajin dan repot sedikit dalam mencari informasi, menjadi konsumen yang cerdas dan mau repot serta agak ribet mengolah bahan pangan, kita bisa mendapatkan lebih daripada yang ditawarkan produsen. 

Beberapa komunitas ibu hamil & menyusui yang saya ikuti juga sudah banyak menyoroti soal akal-akalan produsen susu, baik dari susu bumil - menyusui dan formula. Saya punya pengalaman soal ini, teman saya sesama bumil bertanya susu apa yang saya minum? Saya jawab,UHT merk U**** dan bisa ditebak! Dia tertawa meremehkan saya, yah itu sih susu anak-anak, bumil koq minum susu gituan, kalau susu bumil dengan susu itu kayak obat maag dan obat migren. beda!kan ada DHA, AA,folat.......
Hmm, saya sih hanya senyum kecut saja,mencoba memaklumi keterbatasan informasi dia walau sebal sekali hehehe.

Alhamdulillah sekali lagi, dokter2 kandungan di RSIA saya ini lebih senang menyarankan konsumsi yang alami-alami. kesimpulannya, bagi saya pribadi susu khusus ibu hamil itu tidak wajib dan tidak perlu! Karena sama saja bahkan tidak lebih baik dari susu cair pada umumnya. Bahkan, susu itu ga wajib lho selama kita yakin yang dikonsumsi itu mengandung cukup kalsium contohnya ikan teri,belut adalah makanan tinggi kalsium. 

Salam :)

Friday, June 8, 2012

Letter to My Little A

Dear Little A...in My womb

What I Would Do For You
I would do just about anything you'd ask.
For you there's nothing I wouldn't do, there's no such task.

I would walk without my shoes to the end of the Earth.
I would give up anything I had to to teach you self worth.

I would hold your hand every minute of every day.
But I won't because I know you need to find your own way.

I would surely bear the heartache of your first love that's real.
Even though I can't, I will naturally feel as you feel.

I would sell my soul if it would keep you happy forever.
I would give my right arm to keep us forever together.

I would run a hundred miles up hill in the rain.
Just to guarantee that you will never feel pain.

I would laugh with you even if I was sad.
I would smile at you even if I was mad.

I would accept your mistakes with a grin on my face.
I would guide you in correcting them, but at your own pace.

I will teach you the ways of the world because it may get quite wild.
Just please don't you ever forget, that you will always be my child. 
source:  Jayne Sena The Labor of Love






Monday, May 21, 2012

Wisata (gagal) Ke Kebun Raya Bogor

KRB source http://nesca87.files.wordpress.com/2011/03/kebun-raya-bogor-1.jpg
Setelah aku ngotot dan maksa untuk jalan-jalan, akhirnya sekitar pukul 8.00 hari Minggu kemarin (20 mei) kami berdua pergi ke Bogor. Rencananya ke Kebun Raya Bogor, naik Commuter line dari stasiun dekat rumah.Pingin banget ke KRB, pingin lihat-lihat pemandangan yang sejuk.

Untuk menuju ke stasiun terdekat, kira-kira 8-10 menit jalan kaki. Sampai di stasiun, aku sudah ngos-ngosan. Kaki ku pegal, keringetan dan agak pusing. Kami menunggu commuter sekitar 5 menit, aku langsung diberikan tempat duduk oleh 2 orang bapak. Mungkin karena aku lagi hamil cukup besar ya jadi jatahnya 2 kursi hehehe. Sedangkan suamiku, berdiri di depanku.Nah, setelah duduk kondisiku bukan semakin membaik tapi keringet dingin makin menjadi-jadi dan berkunang-kunang seperti mau pingsan. Aku segera mengeluarkan tas plastik dan aku bilang ke suamiku, "Aku mau muntah". yes, muntah. Suamiku bilang, kita turun aja ya di stasiun berikutnya, sebentar lagi berhenti. Aku setuju, karena memang kondisi yang aku rasakan nggak enak banget. Tampaknya orang-orang di sekitar faham kondisiku, ketika kami siap-siap turun mereka  bilang, hati-hati Pak jalannya. Kami akhirnya duduk di Stasiun Univ.Indonesia, istirahat sejenak dan aku masih muntah-muntah terus :( Suamiku menyindir "Lain kali jangan maksa ya. Di sini kan banyak pohon, mirip lah dengan KRB,Kita wisata di sini aja". hahahahaha. Hampir 45 menit kami di Stasiun UI, karena kondisiku yang belum cukup pulih, masih berkunang-kunang dan bolak-balik muntah lagi. Bingung juga waktu itu, gimana pulangnya ini, aku nggak kuat jalan keluar stasiun, taksi juga nggak ada (Ya iyalah kan di dalam Kampus) Alhamdulillah setelah istirahat lama dan makan wafer coklat, kondisiku sudah lebih enak dan aku bisa jalan keluar stasiun.Maaf ya suamiku sayang, istrinya pemaksa banget hehehe.

Ohya, ada kejadian yang cukup menggelitik saat di commuter. Di atas kan aku sudah bercerita bahwa ada 2 orang bapak yang memberiku kursi. Nah, ketika aku duduk, space di kursi memang ga full tapi juga sisa sedikit yah kira-kira 1/2 ukuran orang dewasa. Seorang Ibu di sebelahku, sekitar 50 tahun-an, langsung "agak" heboh sendiri ketika melihat masih ada sisa space. Ibu tsb menyuruh suaminya -yang berdiri di depannya- untuk duduk. Suaminya menolak sembari senyum sungkan sedangkan si Ibu berkali-kali bilang "Pak, duduk sini, sini lho cepetan". Aku sih faham ya, suaminya pasti sungkan lah. Sisa ruangnya juga untuk dia juga mungkin sempit dan pastinya sungkan dengan laki-laki lainnya terutama 2 orang Bapak yang memberiku kursi. Mereka berdua berdiri karena dianggap butuh space lebih dari 1 orang, koq malah mau dibuat duduk suaminya -yang notabene laki2 juga -tapi si Ibu ini malah heboh sendiri karena takut kursinya lebih cepat diduduki oleh orang lain. Nggak malu ya Bu =p hehehehe. Rebutan kursi di transportasi publik memang lumrah sih, ada yang pura-pura tidur karena nggak mau memberi kursi ke orangtua atau bumil atau ibu dengan bayi, ada yang secara agresif mendorong orang, atau nggak mau bergeser. Kita memang punya hak untuk kursi tetapi harus peka juga untuk situasi kondisi tertentu karena hak dan kewajiban orang itu sama saat memakai transportasi umum.

Gerbong Commuter Line

Friday, April 27, 2012

Perjalanan Junior Bag.4

24 April 2012 

22 weeks 2 days. Saat ketemu Dokter Mima!

Saya tidak sabar ingin melihat Junior di dalam. Ya, seperti biasa, SOP saat control adalah cek tensi dan BB sang Ibu. BB saya naik 5 kg dalam sebulan, WOW! Setelah sebelumnya hanya naik 1 kg dalam 4 bulan kehamilan hahaha ini sih kebanyakan ya, nggak terasa 5kg dalam sebulan :big grin: ya ampuuun!

Saya sih memang mengejar "ketinggalan" BB selama 4 bulan tapi ya nggak nyangka juga kalau sebulan bisa sampai 5 kg, duh! jadi geli sendiri deh. Ya sudah, tidak apa-apa asalkan Junior kami sehat sempurna. Aamiin.
Nah saatnya USG! saat mendebarkan sekaligus menyenangkan, secara keseluruhan sih kata Dokter si Junior ini sehat "Sejauh ini sih kelihatannya insyaAllah sehat ya Bu, gerakannya banyak sekali"  . BB Junior nih awal 6 bulan ini sekitar 530gram. Iseng-iseng saya tanya jenis kelaminnya, yah mengobati rasa penasaran sebulan lalu. "Belum terlihat jelas, tapi kemungkinan .........*sensor*" wah! ya walaupun masih ada kemungkinan salah tetapi setidaknya sudah ada kemungkinan kan hehehe.

Saya lalu bertanya ke Dokter Mima mengenai BB saya yang melonjak drastis eh si Dokter malah tertawa, saya diketawain :D .Kata beliau, perbanyak ngemil buah dan sayur , sekarang sih tidak apa-apa karena sesi "balas dendam" setelah 3.5 bulan nggak bisa makan enak tetapi nanti harus dikontrol. Siap deh Dok! lagi pula saya juga tidak mau sebulan sekali bertambah 5 kilo kan masih ada sekitar 4 bulan lagi.

Kontrol kali ini dikasih resep kalsium organik, jaga-jaga asupan kalsium karena  tulang kaki saya suka ngilu saat malam hari. Well, Alhamdulillah sekali semuanya sehat-sehat saja :) tidak terasa sudah 22 minggu membawa-bawa Junior, waktu terasa lama-masih setengah perjalanan lagi-semangaaaat!


Tuesday, April 17, 2012

Memilih Tempat Melahirkan

Image Source: news.eastvillagers.org
Bagi saya dan suami, salahsatu faktor yang penting selama kehamilan sampai dengan proses melahirkan adalah Rumah Sakit (RS) beserta pelayanannya, mulai dari staf, suster/bidan dan para Dokter. Kami sendiri sudah beberapa kali "mengenal" RS, jadi kami bisa membandingkan mana RS yang baik dan kurang memuaskan (menurut kami) baik dari segi pelayanan secara keseluruhan maupun secara biaya :D . 

Masing-masing pasti ada kekurangan dan kelebihannya dan kami memilih RS yang bisa kami toleransi kekurangannya.

Kehamilan ini dan sebelumnya, kami selalu kontrol ke RSIA yang sama. Dekat dengan rumah, hanya 5 menit naik kendaraan dan kebetulan kami cocok dengan Dokter2 di sana. Salahsatu RS yang menurut kami cocok juga ada di daerah Jakarta Pusat, tetapi berhubung jauh sekitar 1-1.5 jam kondisi jalan tidak macet, jadi ya tidak mungkinlah.

Saat ini UK saya memang "baru" 5 bulan, masih separuh perjalanan tetapi kami sudah mulai menyiapkan rencana kelahiran sejak dini karena ini insyaAllah akan menjadi anak pertama kami dan ini adalah proses pertama saya dalam melahirkan jadi kami ingin menyiapkan dengan baik dan sesuai dengan budget kami yang terbatas hehehe.Belakangan ini, kami disibukkan dengan kemungkinan memilih RS baru untuk melahirkan karena asuransi yang baru tidak mencakup RSIA tempat saya biasa kontrol, padahal kami sudah cocok dengan RSIA ini.

Saya sendiri memiliki semacam Birth Plan , kira-kira poin yang saya inginkan untuk proses melahirkan dan perawatan post natal. Antara lain:
1. RS dan tenaga medis familiar dengan IMD
2. Rooming In - perawatan gabung 24 jam Ibu & Anak
3. Boleh ditunggui suami saat melahirkan normal
4. Pro ASI ekslusif
5.Boleh ditunggui suami/salahsatu anggota keluarga selama perawatan post natal
6. Perkiraan biaya melahirkan normal dan SC
7. Jumlah tempat tidur per Kamar dan kondisi kamar perawatan-kami sih inginnya kamar perawatan tsb punya sofa untuk tempat tidur penunggu. Kasian kalau suami saya harus duduk dikursi berhari-hari menunggui Istri & Anaknya.

Hari minggu lalu, 15 April 2012, kami melakukan survei pertama ke salahsatu RS terdekat dengan rumah walau sebenernya tidak dekat juga. Setelah kami tanya ini itu dengan staf dan bagian keperawatan kesimpulannya adalah suami tidak sreg karena staf RS kurang bisa menjelaskan kondisi dan ketentuan di RS tsb, saya juga kurang sreg karena untuk Rooming In tidak bisa untuk semua kamar dan mereka kurang familiar dengan IMD. Ya setelah kami diskusikan kembali dengan berbagai pertimbangan, untuk sementara kami akan tetap kontrol dan berencana melahirkan di RSIA langganan entah nanti akan ditanggung Asuransi atau tidak, saat ini rencananya tetap di sana.Ada satu lagi RS yang belum kami survei, InsyaAllah jika ada waktu kami akan ke sana juga sebagai perbandingan.

Itu semua adalah rencana kami, entah akan seperti itu atau tidak, wallahu'alam :)

 





Perjalanan Junior Bag.3

11 Februari 2012


Image Source: http://www.thepregnancyzone.com
Sore hari, tiba-tiba perut bawah saya nyeri dan kaku dan perasaan saya mulai tidak enak. Ah, benar saja, tidak lama kemudian ada flek coklat yang keluar. Saya panik! Suami sedang tidak ada, pulang ke Surabaya karena ada acara keluarga di sana, Saya langsung stres dan menangis saat itu " Jangan lagi kejadian kayak dulu" ,saya berusaha menghubungi RSIA tapi 2 line yang ada sedang rusak. Sigh! Saya mau ke RS saat itu juga, tetapi saya mau dipastikan dulu kalau ada Dokter Kandungan yang sedang praktik, karena tidak mau sudah kesana ternyata harus nunggu lama. Akhirnya mama saya yang ke RS, menanyakan ada/tidak Dokter kandungan yang bertugas, Syukurnya RSIA saya dekat dengan rumah, jika naik kendaraan hanya 5 menit.

Sekitar pukul 19.30 saya berangkat bersama mama ke RSIA, sampai sana langsung istirahat di IGD menunggu dokter datang. Setelah dokter datang, saya langsung di USG, ternyata rahim saya kontraksi dan itu terlihat dari bentuk rahim yang gepeng, kata dokter seharusnya bulat atau oval  Beliau menyarankan untuk opname 2 hari, Ah membayangkan jarum infus lagi rasanya sudah lemas, setelah tawar-menawar akhirnya beliau kekeuh agar saya diopname hehehe lalu saya bilang "ya sudah dok, saya tanya suami dulu ya. Saya telpon sebentar". Suami menyarankan untuk mengikuti saran dokter. Ya, jadi juga opname. Sembari kamar perawatan disiapkan, saya diberi tindakan di IGD, seperti Infus, Obat penghilang nyeri, penghenti pendarahan, dll. Ah di infus lagi, rasanya lemas sekali dan ingin teriak melihat jarum infus.

Alhamdulillah, 24 jam setelah opname fleknya sudah jauh berkurang dan kelamaan hilang. Suami saya yang kembali hari ke Jakarta hari senin malam langsung menemani saya di RSIA. kasihan dia, masih capek perjalanan kereta sudah harus menunggui istri dan calon anaknya :) . Selasa pagi, dokter mengajak USG, katanya rahimnya masih kontraksi berulang, tetapi kondisi janin bagus dan air ketuban sudah bertambah. Alhamdulillah, karena kondisi janin bagus dan saya sudah tidak flek jadi saya boleh pulang. 

22 Maret 2012

Kontrol lagi ke dokter, yay! Kali ini sih kontrol rutin. Alhamdulillah setelah flek bulan lalu, semuanya baik-baik saja. Saya dan suami semangat sekali, karena berharap jenis kelamin si Bayi sudah terlihat. UK saat ini 18 weeks dengan BB 220gram dan kata dokter dia lincah sekali gerakannya tetapi sayang USGnya dipantatin hahahaha jadi belum keliatan deh jenis kelaminnya.

15 April 2012

UK saat ini 21 weeks alias 5 Bulan. Sudah semakin sering mengajak main Ibunya terutama kalau malam. Ayahnya juga sudah merasakan "ditendang" Junior, lucu sekali kamu Nak. Junior ini mulai terasa gerakannya sejak sekitar UK 17 weeks, semoga selalu aktif dan sehat ya Nak :)





Monday, April 9, 2012

Perjalanan Junior Bag.2

Seperti cerita-cerita mengenai awal kehamilan atau trimester pertama, umumnya adalah mengenai morning sickness (mual/muntah khususnya di pagi hari) dan ngidam di trimester pertama kehamilan. 

Saat kehamilan sebelumnya, saya sukses melewati itu semua. Saya selalu berpikir, itu bisa dilalui dengan sugesti diri koq, tidak usah terlalu picky atau manja dan ngidam itu tidak ada, apalagi sampai meminta yang aneh-aneh di waktu yang aneh pula :D .Hal ini dipengaruhi oleh Dosen Psikologi Kepribadian dan Psikodiagnostik saat saya kuliah, Beliau mengatakan bahwa proses ngidam (meminta macam-macam dan kadang aneh) itu hanya psikologis calon Ibu. Semenjak saat itu saya bertekad, Nggak pake ngidam termasuk Nggak pake muntah! dan Ya! Saya tidak muntah, mual pun sedikit saja. Tidak sensitif terhadap bebauan atau makanan apapun. Untuk makanan, saya tidak picky. Sayur-mayur, susu, buah-buahan dan semua makanan yang sehat dan alami sukses saya lahap dan selama hamil itu tubuh saya juga sehat-sehat saja, yah walaupun takdir berkata lain karena saya harus keguguran.

Bagaimana dengan kehamilan yang sekarang? 
Saya juga bertekad demikian, sugesti diri agar sehat dan lancar seperti sebelumnya. Namun, takdir (lagi-lagi) berkata lain! Saya tumbang hehehe mungkin saya kena batunya kali yah. Morning Sickness bukan sekadar mual/muntah di pagi hari, saat malam pun saya terkadang muntah. Muntah berkali-kali yang saya alami, luar biasa hebat sampai membuat saya sakit kepala atau lemas tidak karuan.Beberapa bau masakan juga membuat saya mual dan muntah. Tetapi, saya sangat suka bau suami.Selalu! hehehehe
Saya sedih, cemas dan galau. Bagaimana tidak, saat hamil sebelumnya dengan pola hidup yang sangat sehat saja saya bisa keguguran apalagi sekarang.Kondisi saya saat trimester awal: 

1. Jarang sekali makan buah - kalau pun saya mau itu terbatas,contohnya manggis dan anggur. Kalau makan manggis, bisa sampai hampir 2kg sendirian lho :D , Untuk buah saya bisa akali dengan membeli sup buah, walau tidak bisa setiap hari juga sih.
2. Tidak bisa minum air putih karena pasti muntah - padahal saya dehidrasi, tetapi saya akali dengan minum susu UHT. Saya beruntung masih bisa minum susu, setidaknya ada cairan masuk dan seminggu sekali saya minum air kelapa muda untuk pengganti cairan tubuh.
3. Tidak mau makan sayur-mayur, ikan, telur. Padahal saya penggila ikan dan saat hamil sebelumnya, saya rutin makan telur rebus 2x sehari. Saya cuma bernafsu jika makan masakan Padang, daging-dagingan dan tempe dan nafsu makan pun menurun . Sedih sekali kan...

3 bulan saya sukses tumbang dan menghabiskan waktu di tempat tidur, lemes banget. Ketika ibu hamil lainnya menggemuk saya malah langsing, turun 1kg.

Ketika saya dan suami kontrol kehamilan, saya sangat cemas. Cemas janin tidak berkembang dan saat masuk ke ruang Obgyn, adalah saat-saat yang mendebarkan dan bikin stres!
7 Februari 2012. Saatnya USG! dag-dig-dug tidak karuan sampai mules sendiri. lebay ya? hehehe. Saat Obgynku melakukan USG, Ya Tuhan...saya ingin menangis rasanya. Junior kami sudah berbentuk! Subhanallah. Ya, saat itu UK 11weeks 2days, dengan Size 45.4mm. Saya melihat jari-jari tangan mungilnya bergerak pelan. Saya benar-benar tidak menyangka, dengan keterbatasan asupan gizi dan kondisi Ibunya dia mampu bertahan dan berkembang, Alhamdulillah. 

11weeks fetus. source:www.pregnancysymptomsweekbyweek.org
Kecemasan dan perasaan tertekan seketika itu juga menghilang, dan saya keluar dari Ruang Obgyn dengan senyum merekah :D .Saya juga disemangati oleh teman saya, sesama Bumil. Menurut Obgyn-nya, nggak perlu cemas berlebihan semakin mual semakin baik karena pertanda hormon-hormon kehamilannya semakin banyak dan itu bagus untuk janin :) .

Ya, baiklah kalau untuk mual-muntah-sensitif itu memang tidak semua berasal dari sugesti diri, tetapi untuk Ngidam hmm saya sendiri tidak mau bilang bahwa saya ngidam karena memang tidak pernah meminta yang aneh-aneh dan menyusahkan tapi saya suka sekali jajan ini itu, bukan karena hamil dan ngidam ya! sebelum hamil juga begitu koq, doyan jajan makanan hehehe karena saya masih belum memahami definisi ngidam yang sebenarnya itu apa :)


Thursday, April 5, 2012

Perjalanan Junior Bag.1

6 bulan setelah kehilangan calon buah hati pertama...

14 Desember 2011

Saat itu belum waktunya tetapi saya penasaran :Big Grin: . Untuk apa? Untuk test pack tentunya hehehe :-p 
Ok, akhirnya jadilah saya melakukan tes dan hasilnya? Hmm...negatif :Big grin: ketika itu saya berpikir, wah ya sudahlah nggak apa-apa namanya juga mengobati rasa penasaran. Apapun hasilnya yang penting sudah tidak penasaran lagi, dalam hati sih menghibur diri "memang belum waktunya telat kan. masih ada harapan beberapa hari lagi" :Smile:

18 Desember 2011

"Telat 2 hari, tes atau nggak ya"  Ya, kalimat itu saya ulang terus. Dilema. Baru 2 hari sih, biasanya untuk tes itu kebanyakan wanita menunggu 1 sampai 2 minggu tapi saya lagi-lagi penasaran. Duh! ya sudah lah, daripada kepikiran lebih baik tes aja. Deg-degan sih karena saya tahu, kalau sudah telat walau baru 2 hari insyaAllah hasilnya akurat, entah itu positif atau negatif. Sambil terkantuk-kantuk karena baru banget bangun tidur saya menunggu hasilnya, saya lihat test pack tsb hmm belum ada tanda-tanda. Baiklah, saya tunggu lagi beberapa menit, kemudian samar-samar saya lihat ada garis hasil perlahan muncul. Waktu itu, saya agak sangsi karena mata saya masih mengantuk berat :)) hahaha. "Beneran nggak ya?" . Garisnya semakin terlihat tapi tetap saya berupa garis halus. Kemudian, saya membangunkan suami, seperti mencari pengesahan kalau ini memang positif :-D . Hasilnya memang positif! Alhamdulillah "cukup" 6 bulan saja kami menunggu calon yang baru, saat menunggu rasanya sih lama sekali, tetapi setelah ada kemungkinan lagi ternyata "hanya" 6 bulan :-) .InsyaAllah berarti memang waktu yang tepat ya saat itu.

Yah, semenjak melihat hasil positif itu, saya sudah mulai dipilihkan makanan/minuman apa yang patut saya konsumsi oleh suami. Tidak boleh sembarangan pokoknya, kalau mau nakal-nakal sedikit nanti di Trimester 2 hehehe :p

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------